Don't Show Again Cool!

Strategi Push Notification: Tips Efektif untuk Meningkatkan Interaksi Target Audiens

Push notification adalah pesan yang muncul di layar perangkat mobile atau desktop pengguna

Push notification merupakan salah satu strategi pemasaran digital yang populer digunakan oleh perusahaan dan bisnis saat ini. Push notification adalah pesan yang muncul di layar perangkat mobile atau desktop pengguna, biasanya dalam bentuk pop-up atau banner, yang memperbarui pengguna tentang informasi terbaru dari aplikasi atau situs web yang mereka gunakan.

What are Push Notifications?
Push notifications are small, pop-up messages sent to a user’s device by a mobile app that appear even when the app isn’t open. These notifications are designed to grab attention and can convey reminders, updates, promotions, and more.

onesignal

Dalam konteks bisnis, Selain menggunakan strategi email marketing, push notification bisa digunakan untuk mengirimkan informasi mengenai penawaran produk atau promo, pengumuman acara atau kegiatan, atau bahkan untuk mengingatkan pengguna tentang transaksi yang belum selesai. Namun, untuk menggunakannya dengan efektif, ada beberapa strategi dan tips yang perlu diperhatikan, berikut 9 tips strategi dalam menggunakan push notification:

  1. Segmentasi Pengguna
    Segmentasi pengguna adalah strategi yang penting untuk meningkatkan efektivitas dari push notification. Pengirim pesan dapat membagi pengguna berdasarkan perilaku dan preferensi mereka. Dengan cara ini, pesan yang dikirimkan akan lebih relevan dan menarik bagi setiap segmen pengguna. Sebagai contoh, bagi pengguna yang sering membeli produk fashion, pesan tentang promo diskon baju atau sepatu akan lebih menarik daripada promo diskon produk lainnya.
  2. Personalisasi Pesan
    Personalisasi pesan merupakan cara lain untuk meningkatkan efektivitas dari push notification. Pesan yang personal akan lebih menarik bagi pengguna daripada pesan yang umum dan tidak memiliki relevansi dengan kebutuhan atau minat mereka. Pengirim pesan dapat menambahkan nama pengguna atau detail lain yang relevan dengan pengguna dalam pesan, sehingga pesan yang dikirimkan terasa lebih personal dan dekat dengan pengguna.
  3. Timing yang tepat
    Waktu pengiriman pesan juga mempengaruhi efektivitas dari push notification. Pengirim pesan dapat mengirimkan pesan pada waktu yang tepat, misalnya saat pengguna sedang online atau saat mereka cenderung membuka aplikasi atau situs web tertentu. Dengan cara ini, pesan yang dikirimkan akan lebih mudah dilihat dan direspon oleh pengguna.
  4. Pesan yang jelas dan singkat
    Pesan yang dikirimkan harus jelas dan singkat agar pengguna dapat dengan mudah memahami tujuan dan pesan yang ingin disampaikan. Pesan yang terlalu panjang atau tidak jelas akan membuat pengguna tidak tertarik dan mengabaikan pesan tersebut.
  5. Frekuensi pengiriman
    Frekuensi pengiriman juga mempengaruhi efektivitas dari push notification. Pengirim pesan harus memastikan bahwa mereka tidak mengirimkan terlalu banyak pesan dalam waktu singkat, sehingga pesan yang dikirimkan tidak terasa mengganggu dan pengguna tidak menganggapnya sebagai spam.
  6. Tawarkan keuntungan bagi pengguna (Benefit)
    Push notification yang efektif adalah yang dapat memberikan keuntungan bagi pengguna. Pengirim pesan dapat menawarkan diskon khusus atau penawaran eksklusif bagi pengguna yang menerima. Dengan cara ini, pengguna akan merasa tergoda dan tertarik untuk memperhatikan pesan yang dikirimkan.
  7. Lakukan analisis dan evaluasi
    Setelah mengirimkan push notification, penting untuk melakukan analisis dan evaluasi terhadap hasilnya. Hal ini akan membantu pengirim pesan untuk mengevaluasi apakah strategi dan pesan yang mereka kirimkan efektif atau tidak. Pengirim pesan dapat melihat berapa banyak pengguna yang membuka pesan, berapa banyak yang melakukan aksi setelah membuka pesan, dan berapa banyak yang mengabaikan pesan tersebut. Dengan cara ini, pengirim pesan dapat memperbaiki strategi dan pesan mereka di masa depan.
  8. Menggunakan A/B Testing
    A/B testing adalah teknik yang dapat digunakan untuk menguji efektivitas dari pesan dan strategi yang digunakan. Dalam A/B testing, pengirim pesan mengirimkan dua versi pesan yang berbeda kepada dua kelompok pengguna yang berbeda. Dengan cara ini, pengirim pesan dapat melihat mana versi pesan yang lebih efektif dan memperbaiki strategi mereka untuk pengiriman pesan berikutnya.
  9. Memperhatikan kebijakan privasi
    Terakhir, penting untuk memperhatikan kebijakan privasi saat menggunakan push notification. Pengirim pesan harus memastikan bahwa mereka meminta izin pengguna sebelum mengirimkan notification dan memperhatikan aturan privasi yang berlaku. Dengan cara ini, pengirim pesan dapat menghindari masalah hukum dan membangun kepercayaan dengan pengguna.

Kesimpulan, push notification dapat menjadi strategi pemasaran digital yang efektif jika dilakukan dengan benar. Pengirim pesan harus memperhatikan segmentasi pengguna, personalisasi pesan, timing yang tepat, pesan yang jelas dan singkat, frekuensi pengiriman, tawarkan keuntungan bagi pengguna, melakukan analisis dan evaluasi, menggunakan A/B testing, dan memperhatikan kebijakan privasi.

Dengan cara ini, push notification dapat membantu bisnis untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan interaksi dengan pengguna.

Editor: TIm Redaksi

***

SAC Indonesia merupakan salah satu digital marketing agency terbaik di Indonesia yang berlokasi di Jakarta, menawarkan beragam layanan digital marketing yang lengkap dan berkualitas. Dengan tim ahli yang berpengalaman, SAC Indonesia mampu memberikan solusi digital marketing yang efektif untuk meningkatkan online presence bisnis Anda.

Share: